Selasa, 13 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan




Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakaan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan mencoba membahas tentang pengertian-pengertian dasar manusiadan kebudayaan.
A.    Manusia
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoloeh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat, dan lain sebagainya.

B.     Hakekat Manusia
a)      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat di;ihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b)      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
c)      Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawati.
d)     Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh ia dilepaskan dari rasa kekhawatiran. Semakin mendalan penghayatan terhadap Tuhan semakin bermakna pula kehidupannya, dan terungkap pula kenyataan manusia individual atau kenyataan manusia subyektif yang memiliki harkat dan martabat tinggi.

C.     Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melang sungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.


D.    ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C. Klukhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok  kehidupan manusia, yaitu :
1.      Hakekat Hidup Manusia
2.      Hakekat Karya Manusia
3.      Hakekat Waktu Manusia
4.      Hakekat Alam Manusia
5.      Hakekat Hubungan Manusia


KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
            Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah: manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dihasilkan manusia.
            Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitubggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
            Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang ertat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidaak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberdaan kebudayaan harus menyertakan pembatasaan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukuan dengan lebih cermat.

Jumat, 13 Januari 2012

Perkembangan TI dalam Biologi

Biologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh makhluk hidup. Biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Semakin majunya perkembangan zaman antara Biologi dan perkembangan teknologi Komputer semakin tidak dapat terpisahkan. Pada abad ke-17, kemajuan dalam teknologi optik memungkinkan penemuan mikroskop. Temuan ini kemudian mengarah pada penemuan sel dan bakteri, secara fundamental mengubah arah biologi sebagai suatu disiplin ilmu.
 
 
Lalu semakin berkembang hingga ditemukannya teknologi X-ray. Pada teknologi ini hasilnya dapat menemukan struktur spiral ganda DNA dan dapat menampilkan visualisasi 3 dimensi bentuk protein. Semakin majunya zaman teknologi computer juga dapat merevolusi ilmu Biologi. komputer tidak hanya dapat dengan cepat memproses sejumlah besar data eksperimen dan efektif mengidentifikasi pola-pola dalam data, mereka juga dapat mensimulasikan fisika, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk mengamati fisika di dunia nyata. Akurat simulasi komputer bio-molekul, seperti protein, sekarang alat teknologi standar dalam repertoar ahli biologi molekular. Simulasi ini telah menyebabkan banyak wawasan dan hipotesis tentang perilaku molekul dan interaksi mereka Teknologi ini juga memungkinkan komputer-desain dibantu obat-obatan dalam industri farmasi.. Akibatnya, obat-obatan telah menjadi lebih baik dan tersedia lebih cepat. Aplikasi komputer untuk biologi adalah menyelamatkan nyawa.
 
Contoh alat yang digunakan dalam bidang kedokteran yaitu 4D scan / 4D ultrasound scan. Alat ini digunakan untuk melihat bayi yang masih terdapat dalam kandungan. Alat ini dapat menghasilkan gambar 4D sang anak. Waktu terbaik untuk memiliki 3D atau 4D scan adalah ketika Anda adalah antara 26 dan 30 minggu hamil. Sebelum 26 minggu bayi Anda memiliki sangat sedikit lemak di bawah kulit, sehingga tulang wajahnya akan menunjukkan melalui kulitnya. Alat ini dapat berfungsi untuk mengetahui jenis kelamin sang anak. 
 
Biologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh makhluk hidup. Biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Semakin majunya perkembangan zaman antara Biologi dan perkembangan teknologi Komputer semakin tidak dapat terpisahkan. Pada abad ke-17, kemajuan dalam teknologi optik memungkinkan penemuan mikroskop. Temuan ini kemudian mengarah pada penemuan sel dan bakteri, secara fundamental mengubah arah biologi sebagai suatu disiplin ilmu.
Lalu semakin berkembang hingga ditemukannya teknologi X-ray. Pada teknologi ini hasilnya dapat menemukan struktur spiral ganda DNA dan dapat menampilkan visualisasi 3 dimensi bentuk protein. Semakin majunya zaman teknologi computer juga dapat merevolusi ilmu Biologi. komputer tidak hanya dapat dengan cepat memproses sejumlah besar data eksperimen dan efektif mengidentifikasi pola-pola dalam data, mereka juga dapat mensimulasikan fisika, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk mengamati fisika di dunia nyata. Akurat simulasi komputer bio-molekul, seperti protein, sekarang alat teknologi standar dalam repertoar ahli biologi molekular. Simulasi ini telah menyebabkan banyak wawasan dan hipotesis tentang perilaku molekul dan interaksi mereka Teknologi ini juga memungkinkan komputer-desain dibantu obat-obatan dalam industri farmasi.. Akibatnya, obat-obatan telah menjadi lebih baik dan tersedia lebih cepat. Aplikasi komputer untuk biologi adalah menyelamatkan nyawa.
 
Contoh alat yang digunakan dalam bidang kedokteran yaitu 4D scan / 4D ultrasound scan. Alat ini digunakan untuk melihat bayi yang masih terdapat dalam kandungan. Alat ini dapat menghasilkan gambar 4D sang anak. Waktu terbaik untuk memiliki 3D atau 4D scan adalah ketika Anda adalah antara 26 dan 30 minggu hamil. Sebelum 26 minggu bayi Anda memiliki sangat sedikit lemak di bawah kulit, sehingga tulang wajahnya akan menunjukkan melalui kulitnya. Alat ini dapat berfungsi untuk mengetahui jenis kelamin sang anak.
Dalam pelayanan di rumah sakit pun semakin mudah dan efisien. Karena para pasien tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama untuk mendaftarkan diri karena proses administrasi sudah menggunakan computer jadi semua data klien sudah tersimpan dan dapat dicari/ diambil kembali dengan waktu yang singkat. Jadi, tidak perlu terdokumentasi di kertas  dan memerlukan waktu yang lama untuk mencari data klien dan dengan mempergunakannya banyak kertas biaya yang ditanggung klienpun dapat bertambah.
 
Dalam pelayanan di rumah sakit pun semakin mudah dan efisien. Karena para pasien tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama untuk mendaftarkan diri karena proses administrasi sudah menggunakan computer jadi semua data klien sudah tersimpan dan dapat dicari/ diambil kembali dengan waktu yang singkat. Jadi, tidak perlu terdokumentasi di kertas  dan memerlukan waktu yang lama untuk mencari data klien dan dengan mempergunakannya banyak kertas biaya yang ditanggung klienpun dapat bertambah.

sumber : http://randylio.blogspot.com/2010/03/perkembangan-ti-dalam-biologi.html

Kamis, 12 Januari 2012

Ilmu Pengetahuan Teknologi Dengan Kemiskinan

Nama: Yogi Nofiawan prakoso
Tugas: Ilmu Sosial Dasar
NPM: 17111534
Kelas: 1KA20
Pendahuluan

Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas, yakni teknologi merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan. Selain itu, teknologi juga mengandung ilmu pengetahuan didalamnya. Ilmu pengatahuan digunakan untuk mengatahui “apa” sedangkan teknologi digunakan untuk mengatahui “bagaimana”. Perubahan teknologi yang cepat dapat menyebabkan kemiskinan, karena dapat menyebabkan perubahan sosial yang fundamental.


Pengertian Ilmu dan Ilmu Pengetahuan.
Batas kajian ilmu adalah fakta sedangkan batas kajian filsafat adalah logika atau daya pikir manusia. Ilmu menjawab pertanyaan “why” dan “how” sedangkan filsafat menjawab pertanyaan “why, why, dan why” dan seterusnya sampai jawaban paling akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia (munkin juga pertanyaan-pertanyaannya terus dilakukan sampai never ending)..n oleh Heidegger, setiap telaahan filosofis terdapat unsur metafisik.
1. ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir, 1988)
2. konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal, yaitu adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi (Shapere, 1974)
3. pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan realitas sosial (Schulz, 1962)
4. ilmu tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang terhimpun secara sistematis, tetapi juga merupakan suatu metodologi

Empat pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait.
alam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.

Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.
Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.

Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan
dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.

SIKAPILMIAH
Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimilikioleh seorang
peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baikdan hasil yang baik pula, peneliti
harus memiliki sifat-sifat berikut ini.
1) Mampu Membedakan Fakta dan Opini
Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dandapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalahpendapat pribadi dari
seseorang yang tidak dapat dibuktikankebenarannya sehingga di dalam melakukan studi
kepustakaan, seorangpeneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini
agarhasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkankebenarannya.

2)Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan danArgumentasi
Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketikaberada dalam satu ruang
dengan orang lain. Begitu juga pada saatbertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil
penelitiannya akansenantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari
perdebatansecara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankankebenaran
yang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudahdilengkapi dengan fakta yang jelas
sumbernya.

3) Mengembangkan Keingintahuan
Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusahamemperluas pengetahuan
dan wawasannya, tidak ingin ketinggalaninformasi di segala bidang, dan selalu berusaha
mengikuti perkembanganilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.

4) Kepedulian terhadap Lingkungan
Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduliterhadap lingkungannya dan
selalu berusaha agar penelitian yangdilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukan sebaliknya.

Definisi Teknologi
Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik.
Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun jika pada kenyataannya teknologi malah mempersulit, layakkah disebut Ilmu Pengetahuan?
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi.

Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.

Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.
Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.

Fenomena teknik pada masyarakat
Fenomena teknik pada masyarakat teknik, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.

PENGERTIAN KEMISKINAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangansehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Ciri-ciri manusia yg berada di bawah kemiskinan
mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
  2. DllTidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan
  3. sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usahaTingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD.
  4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
  5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Fungsi-fungsi Orang Miskin

Pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi di bayar murah.

Kedua : kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual ( atau dengan bangga di katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang miskin.

Ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.

Kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.

Kelima : kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.

Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :

   1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
   2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
   3. Kemiskinan  buatan. Yang  relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur  buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.

SUMBER
-http://definisi-pengertian.blogspot.com/2009/11/pengertian-ilmu-dan-ilmu-pengetahuan.html
-http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/01/definisi-teknologi.html
-http://www.scribd.com/doc/40750397/Sikap-Ilmiah
-http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
-http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/17/fungsi-fungsi-orang-miskin/

Selasa, 22 November 2011

KEMAHASISWAAN

Kata “Mahasiswa” mempunyai keistimewaan yang begitu besar,yang mana terdiri dari dua kata yaitu “Maha” dan “Siswa”. Jika di lihat dari maknanya, Mahasiswa adalah siswa yang memilki kedudukan tertinggi. Seseorang yang menyandang predikat mahasiswa berarti adalah seseorang yang harus mempersiapkan kehidupannya. Remaja, semua orang akan melewati masa ini, masa dimana sering disebut masa-masa yang paling indah buat setiap orang. Karena sudah mulai mengerti apa itu hidup akan tetapi belum merasa tanggung jawab, hanya mencari pengalaman yang menyenangkan. Mahasiswa bukan lagi remaja, bukan lagi seorang yang masih labil dalam penentuan hidup. Mahasiswa adalah golongan yang menuju tahap kedewasaan yang telah memilki identitas diri. Identitas diri yang dimaksud yaitu mengerti seperti apa diri kita, persiapan apa yang akan kita lakukan dan memilih arah kemana kita akan membawa diri kita.



Pencarian identitas diri adalah masalah untuk mahasiswa. Karena belum setiap mahasiswa mendapatkan identitasnya. Dikatakan belum memiliki identitas diri,  dapat dilihat dari perilaku keseharian kita seperti berikut;
Masih banyak dari sebagian kita bolos dari jadwal kuliah. Coba jika kita renungkan, Mengapa hal ini terjadi, padahal kita tau itu salah. Sebagai seseorang yang dewasa harusnya bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar, dan tidak melakukan sesuatu yang kita tahu itu adalah hal yang salah. Hal ini yang akan merugikan diri kita sendiri. Kita yang memilih untuk melanjutkan pendidikan, kita pula yang memilih jurusannya, dan ini merupakan jenjang terakhir kita di pendidikan formal, sebelum menginjak kehidupan yang sesunguhnya. Kehidupan yang membutuhkan tanggung jawab dan keseriusan.

Masih banyak diantara kita yang tidak bisa membaca peraturan. Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar. Hidup tanpa aturan, manusia akan kacau berantakan. Misalnya, “Jangan menginjak rumput”, “Dilarang merokok di koridor kelas”, dan lain sebagainya. Ini merupakan peraturan tertulis, yang jelas kita bisa lihat dengan mata kita,jika yang tertulis saja kita abaikan  bagaimana dengan yang tidak tertulis.
Dan masih banyak lagi contoh yang lain, yang seharusnya kita tidak lakukan tetapi tetap saja kita lakukan, budaya seperti ini haruslah kita ubah, mulai dari diri kita masing-masing, mulai secara perlahan, dan mulailah dari saat ini. 

Mahasiswa, yaitu kita,sebentar lagi kita akan menghadapi kehidupan yang sebenarnya, sejauh mana persiapan diri kita akan hal ini. Ini perlu ditanamkan dalam hati kita masing-masing. Mulai saat ini marilah kita (mahasiswa) memenej pikiran kita, atur pikiran kita, renungkan, mau seperti apa kita kelak, mau menuju kemana kita nanti, dan mau memilh jalan yang mana. Manusia memang cenderung malas dan acuh, akan tetapi budaya ini dapat kita ubah, mahasiswa yang memulai untuk mengubahnya, mencontohkan budaya baik, kreatif dan inovatif pada semua lapisan masyarakat, menjadi pionir bangsa dan akan meningkatkan kualitas negara Indonesia. Semangat perjuangan non fisik ada ditangan mahasiswa.



Pribadi yang baik akan membentuk keluarga yang baik. Keluarga yang baik akan membentuk masyarakat sekitarnya baik. Masyarakat yang baik akan membuat sebuah kota yang baik. Kota yang baik nantinya akan membuat negara yang baik. Dan pada akhirnya akan membuat dunia yang baik.


Ilmu Sosial Dasar
" Aktivitas Mahasiswa Mengenai Hubungan Sosial Di Kemahasiswaan dan Masalah yang timbul"
Nama: Yogi Nofiawan Prakoso
NPM: 17111534
KELAS: 1KA20



Aktivitas Mahasiswa Mengenai Hubungan Sosial Di Kemahasiswaan


Banyak sekali aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan dalam bidang kemahasiswaan, contohnya seperti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Himpunan Mahasiswa. Mahasiswa harus peran aktif dan ikut serta dalam salah satu kegiatan kemahasiswaan tersebut, tujuannya agar kita dapat ilmu pengetahuan dan mudah bersosialisasi dalam masyarakat, apalagi dalam dunia kerja, dimana kita diwajibkan untuk bersosialisasi terhadap rekan kerja baik atasan maupun bawahan kita. Orientasi mahasiswa untuk kuliah pada umumnya adalah untuk dapat memperoleh pekerjaan dengan posisi yang cukup baik, walaupun ada yang mempunyai tujuan-tujuan ideal lainnya, orientasi ini kemudian salaing berpengaruh dala kondisi objektif yang dialami oleh mereka dalam kampus , berikut adalah tipe-tipe mahasiswa :

1. Mahasiswa Profesional
Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang aktifitasnya sebagian besar dipusatkan untuk dapat memperoleh nilai yang baik, kerjanya belajar dan belajar, dan cenderung apatis terhadap masalah-masalah disekelilngnya.

2. Mahasiswa Pragmatis
Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang mengandalkan kecakapan mereka dalam berinteraksi untuk dapat menonjol diantara kawan-kawannya, kecenderungan mereka adalah mencari muka didepan birokrat-birokrat kampus.

3. Mahasiswa Trend Setter ( Hedonis )
Mahasiswa tipe ini adalah orang-orang yang mengalami disorientasi dalam proses belajar-mengajar dalam perkuliahan, kerja mereka kebanyakan hanya diisi dengan kegiatan foya-foya dan berdandan habis-habisan.

4. Mahasiswa Kritis
Mahasiswa jenis ini adalah mahasiswa yang mempunyai kecenderungan berfikir kritis, ia menjadi seorang yang mau memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh komunitasnya, mempunyai pandangan dan analisa yang mendalam persoalan-persoalan yang dihadapi baik di dunia kampus maupun di luar kampusnya.



BERIKUT CONTOH KEGIATAN KEMAHASISWAAN DI UNIVERSITAS GUNADARMA: 

Badan Eksekutif Mahasiswa
  1. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (BEM-FIKTI).
  2. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM-FE).
  3. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (BEM-FTI).
  4. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Sipil dan Perencanaan (BEM-FTSP).
  5. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi (BEM-FPsi).
  6. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sastra (BEM-FSas).
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
  1. UKM Kerohanian Islam (UKM Rohis Fajrul Islam)
  2. UKM Kerohanian Kristen (UKM Rohkris)
  3. UKM Kerohanian Katolik (UKM Rohkat)
  4. UKM Kerohanian Hindu (UKM Rohin)
  5. UKM Kerohanian Budha (UKM Rohbud)
  6. UKM Paduan Swara Darmagita (UKM PS Swara Darmagita)
  7. UKM Mahasiswa Pencinta Alam Gunadarma (UKM MAPA GUNADARMA)
Unit Kegiatan (UK) yang bernaung di bawah BEM Universitas
  1. Unit Bola Voli
  2. Unit Bola Basket
  3. Unit Sepak Bola
  4. Unit Hoki
  5. Unit Teater (TEMA)
  6. Unit Fotografi (SNAP)
  7. Unit Bela Diri Wushu
  8. Unit Bela Diri Taekwondo
  9. Unit Bela Diri Pencak Silat Merpati Putih (MP)
  10. Unit Bela Diri Capoeira
  11. Unit Bela Diri Karate.
Himpunan Mahasiswa Jurusan
  1. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HIMTI)
  2. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (HMTE)
  3. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin (HMM)
  4. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Industri (HMTI)
  5. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Komputer/Sistem Komputer (HMTK)
  6. Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika (HIMMI)
  7. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur (HIMA)
  8. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil (HMTS).



PERAN DAN POSISI MAHASISWA


Memahami peran dan posisi sebagai mahasiswa merupakan langkah awal yang harus dipahami oleh seorang mahasiswa, mengingat posisi mahasiswa dimata masyarakat yang merupakan kelas menengah yang masih diuntungkan baik secara ekonomi maupun politik. Namun ada hal yang mendasar yang menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar tinggi dimata massa rakyat, dikarenakan mahasiswa kekuatan tersendiri seperti di sebutkan di atas. Inilah yang kemudian menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar (bergaining position) yang cukup bagus dimata rakyat, sehingga hal tersebut dinggap sesuatu yang strategis.

Sedangkan peran mahasiswa sendiri sebetulnya dapat dikategorikan menjadi dua.Diantaranya mahasiswa mampu memerankan dirinya sebagai agent of change dan agent of control. Agent of change maksudnya adalah mahasiswa selalu menjadi pelopor dalam setiap gerak perubahan kearah yang lebih baik termasuk dalam persoalan negara. Sementara peran mahasiswa sebagai agent of control berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengontrol kebijakan yang ditelurkan oleh penguasa.Apakah kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat atau tidak, sehingga oreantasi perubahan dapat diawasi setiap saat.

Persoalannnya”apakah kita sebagai mahasiswa sudah memahami peran dan posisinya, dan pertanyaan tersebut tentunya ada dua jawaban yang muncul kepermukaan antara ya dan tidak.Akan tetapi jawaban tersebut tidak penting untuk diperdebatkan, karena persoalan sudah dipahami atau tidaknya akan peran dan posisi mahasiswa tanpa implementasi kedalam sebuah sikap maupun gerak, sama halnya bahwa peran sebagai agent of change dan agent of control hanyalah mitos belaka.



MASALAH YANG SERING TERJADI DI MAHASISWA


Banyak sekali masalah-masalah yang sering terjadi di mahasiswa, seperti :
1. Demo secara anarkis
2. Tawuran antar mahasiswa
3. Malas untuk masuk kuliah
4. Sebagian mahasiswa malas untuk mengikuti himpunan-himpunan dan ikut organisasi yang dapat menyebabkan kurangnya Sosialisasi di dalam lingkungan kampus dan dala masyarakat


Menurut Paryati Sudarman dalam bukunya yang berjudul belajar efektif di perguruan tinggi, Problematika yang sering di hadapi mahasiswa ketika belajar di perguruan tinggi adalah:
1) Kejenuhan dan Kemalasan
Belajar di perguruan tinggi memakan waktu yang tidak sebentar. hal ini sering kali mendatangkan rasa jenuh dan malas belajar. Belum lagi tuntunan kemandirian yang lain yang akan membawa pengaruh terhadap kehidupan psikis.
2) Ketidakmampuan mengelola waktu
Waktu tak pernah kembali. itulah falsafah waktu. efektifitas belajar di perguruan tinggi sangat bergantung pada bagaimana mahasiswa mengelola waktu tersebut. dengan keterbatasan waktu tersebut mahasiswa dituntut untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
3) Kurang berminat pada mata kuliah atau dosen tertentu.
Kurangnya minat pada matakuliah atau dosen tertentu dapat menjadi penghambat mahasiswa dalam belajar di perguruan tinggi. Demikian pula halnya dengan dosen, bila anda tidak suka dengan dosen tersebut,usahakan untuk tetap mengikuti perkuliahannya. Anda tidak mungkin menghindar dari dosen yang bersangkutan. Hilangkan perasaan tidak suka pada dosen tersebut.
4) Keuangan
Kekurangan dan kelebihan uang akan menjadi problematik selama belajar di perguruan tinggi. kekurangan uang akan menghambat mahasiswa dalam belajar karena tugas-tugas dan masalah yang berhubungan dengan finansial solusinya kurang dapat diatasi tanpa keuangan yang cukup. sebaliknya kelebihan uang pun bisa menjadi masalah bagi mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai banyak uang biasanya cenderung menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak penting (konsumtif). Fasillitas yang tersedia di kota besar sangat banyak, sehingga akan menjadikanya terlena dan lupa akan tugasnya sebagai mahasiswa.
5) Lingkungan pergaulan
Keberhasilan belajar di perguruan tinggi juga dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan anda, jika anda bergaul pada lingkungan yang kondusif, anda tidak akan mengalami hambatan dalam belajar. Tetapi jika anda berada dalam pergaulan yang tidak kondusif, anda akan mengalami hambatan dalam belajar. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami drop out karena pengaruh lingkungan pergaulan.
6) Tempat kost
Bagi yang berasal dari daerah lain atau kota lain, tempat kost adalah tempat yang sangat menentukan. Ditempat kost itulah anda akan belajar, istirahat dan bahkan bersosialisasi dengan lingkunganya.
7) Cinta dan pergaulan bebas
Problematik yang palimg krusial yang paling banyak dialami oleh mahasiswa adalah masalah cinta. Jatuh cinta, pacaran , patah hati adalah siklus klasik, yamg hampir semua orang mengalaminya, termasuk mahasiswa. Namun dalam kennyataanya banyak pula mahasiswa yang mengalami hambatan belajar di perguruan tinggi hanya karena cinta.



Minggu, 30 Oktober 2011

Kewarganegaraan dan Negara

Nama: Yogi nofiawan Prakoso
Kelas: 1KA20
NPM:17111534
Tugas: Ilmu Sosial Dasar
 Pembahasan: Kewarganegaraan dan Negara


BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merdeka tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Puncaknya dari perjuangan bangsa kita dengan lahirnya proklamasi pada saat itu. Semangat bangsa indonesia saat itu tercurah dengan berkumandang pekik kemerdekaan. Disana sini terdengar teriakan “MERDEKA”. Bendera merah putih pun berkibar dimana mana. Tapi jika kita lihat kenyataan saat ini, ironis memang. Perjuangan para pahlawan dengan mengorbankan jiwa dan raga disia-siakan begitu saja. Buktinya, kini kita tidak lagi menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Para pemuda sebagai cikal bakal bangsa ini, sudah tidak lagi bangga dengan bangsanya. Mereka lebih memilih kebudayaan barat yang menurut mereka lebih modern dan lebih baik. Rasa nasionalisme mereka pun sudah sangat berkurang. Selain itu, isu-isu yang setiap hari mengancam kita, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar tidak pernah berhenti.
Jika kita mau berpikir sebenarnya mau dikemanakan negeri ini?? Siapa yang akan mengurus negeri ini?? Pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh hati nurani kita masing-masing. Banyak usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda. Salah satu contohnya adalah pelaksanaaan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari bersejarah. Upacara tersebut bukan hanya sebagai upaya untuk mengumpulkan siswa atau mahasiswa tetapi sebenarnya arti dari upacara itu adalah untuk mengingatkan kita akan jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa ini. Selain itu agar kita menyadari betapa berharganya bangsa ini.

BAB II Tinjauan Teori

Kewarganegaraan adalah suatu yang didasari dengan ilmu yang berhubungan dangan individu atau sekumpulan beberapa individu  yang  memiliki status resmi dalam suatu Negara yang telah diakui oleh Negara yang kita sebut adalah WNI ( warga  Negara Indonesia ), adapun Negara yang memiliki arti penting , yang berarti dengan suatu tempat yang atau wilayah yang memiliki suatu peranan penting dan wilayah tersebut telah diakui oleh suatu Negara lain , yang telah berstatus Negara atau republic . jadi kewarganegaraan adalah suatu elemen penting yang memiliki keterkaitan antar kewargenegaraan dengan Negara, karena  kewargenagaraan yang arti dasar  yaitu  warga , warga yang dimaksud adala suatu elemen penting atau dasar dari susunan Negara , karena tanpa ada elemen warga Negara yang telah diakui oleh Negara , Negara tidak akan bisa berdiri. Sesuai dengan pasal – pasal yang terkandung dalam UUD 1945 yang menjelaskan tentang suatu  hak dan kewajiban sebagai warga Negara , dan semua yang harus dilakukan oleh warga Negara demi mengharumkan negaranya , serta menjaga semua yang ada dan telah dimiliki oleh leluhur yang sejak dulu telah mengajari suatu kebudayaan dan bahasa yang harus kita banggakan serta kita jaga kelestarian Negara kita , demi menjaga warisan leluhur .
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Kewarganegaraan dan Negara adalah sesuatu yang sangat sulit dipisahkan. Karena itu seperti 2 individu yang menjadi 1. jika itu dipisahkan maka akan sulit untuk dimengerti
Negara adalah suatu organisasi kumpulan manusia yang mendiami satu wilayah dan mengakui adanya pemerrintahan dengan mengikuti aturan dan hokum-hukum yang berada di negara itu sendiri.
Negara juga bisa dikategorikan sebagai perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hokum yang mengikat masyarakat
Kewargenegaraan adalah seperti rasa atau wujud cinta dan kasuh saying kita terhadap suatu negara. Itu bisa dengan mengikuti dan melakasanakan tujuan negara tersebut.

BAB III Metedologi

Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.
Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan . Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.
Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan . Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.
Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. 

Negara adalah suatu organisasi kumpulan manusia yang mendiami satu wilayah dan mengakui adanya pemerrintahan dengan mengikuti aturan dan hokum-hukum yang berada di negara itu sendiri.
Negara juga bisa dikategorikan sebagai perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hokum yang mengikat masyarakat

BAB IV Studi Kasus

ASAS KEWARGANEGARAAN DAN PERMASALAHANNYA
¢  Berdasarkan kelahiran
       - asas tempat kelahiran (ius soli)
            pedoman u/ menentukan kewarganegaran           seseorang berdasarkan tempat, daerah atau      negara dimana orang tersebut lahir.
       - asas hubungan darah/keturunan (ius sanguinis)
            pedoman u/ menentukan kewarganegaraan         seseorang berdasarkan keturunan atau   hubungan darah.
¢  Berdasarkan perkawinan
¢  Pewarganegaraan (naturalisasi)

BAB V Pembahasan

Kewarganegaraan adalah suatu yang didasari dengan ilmu yang berhubungan dangan individu atau sekumpulan beberapa individu  yang  memiliki status resmi dalam suatu Negara yang telah diakui oleh Negara yang kita sebut adalah WNI ( warga  Negara Indonesia ), adapun Negara yang memiliki arti penting , yang berarti dengan suatu tempat yang atau wilayah yang memiliki suatu peranan penting dan wilayah tersebut telah diakui oleh suatu Negara lain , yang telah berstatus Negara atau republic . jadi kewarganegaraan adalah suatu elemen penting yang memiliki keterkaitan antar kewargenegaraan dengan Negara, karena  kewargenagaraan yang arti dasar  yaitu  warga , warga yang dimaksud adala suatu elemen penting atau dasar dari susunan Negara , karena tanpa ada elemen warga Negara yang telah diakui oleh Negara , Negara tidak akan bisa berdiri. Sesuai dengan pasal – pasal yang terkandung dalam UUD 1945 yang menjelaskan tentang suatu  hak dan kewajiban sebagai warga Negara , dan semua yang harus dilakukan oleh warga Negara demi mengharumkan negaranya , serta menjaga semua yang ada dan telah dimiliki oleh leluhur yang sejak dulu telah mengajari suatu kebudayaan dan bahasa yang harus kita banggakan serta kita jaga kelestarian Negara kita , demi menjaga warisan leluhur .
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Kewarganegaraan dan Negara adalah sesuatu yang sangat sulit dipisahkan. Karena itu seperti 2 individu yang menjadi 1. jika itu dipisahkan maka akan sulit untuk dimengerti
Negara adalah suatu organisasi kumpulan manusia yang mendiami satu wilayah dan mengakui adanya pemerrintahan dengan mengikuti aturan dan hokum-hukum yang berada di negara itu sendiri.
Negara juga bisa dikategorikan sebagai perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hokum yang mengikat masyarakat
Kewargenegaraan adalah seperti rasa atau wujud cinta dan kasuh saying kita terhadap suatu negara. Itu bisa dengan mengikuti dan melakasanakan tujuan negara tersebut.
Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.
Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan . Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.
Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan . Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.
Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. 

 

Bab VI Penutup
Assalamu’alaikum wr.wb
Meskipun makalah ini telah diselesaikan penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis senantiasa berlapang dada untuk menerima teguran, kritik dan saran yang membangun dari para membaca dengan senang hati demi perbaikan di masa mendatang, akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pembaca mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan pengetikan, sekian dan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.co.id/