Senin, 11 Juni 2012

Manusia Dan Pandangan Hidup

BAB 7. Manusia Dan Pandangan Hidup
Setiap manusia memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrat, karena dpt menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk, hidup di dunia. Merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman. Pandangan hidup tidak muncul seketika atau dalam waktu yang singkat, melainkan melalui proses wktu yang lama dan terus menerus.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. CITA-CITA
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita

C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.

D. USAHA / PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.

F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Mengenal
kita harus mengenal dulu diri kita sendiri itu seperti apa dan bagaimana untuk menyesuaikan nya.
 2. Mengerti
kita harus mengerti semua apa yang telah kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan.
3. Menghayati
apabila kita sudah mengenal dan mengerti selanjutnya kita harus menghayatinya dengan hati. Dalam artian kita melakukan nya sesuai keinginan dalam hati kita.
4. Meyakini
Dalam melakukan suatu kegiatan kita harus menyakini dengan hati yang bersih dan berserah diri kepada allah. insyaallah kita akan di berikan suatu petunjuk yang bener oleh allah.
5. Mengabdi
Setelah semua yang tadi telah kita lakukan tinggal kita mengabdi kepada negara dimana tempat kita tinggal. Dan tidak lupa juga membalas semua kebaikan kedua orangtua kita karna tanpa doa orangtua kita tidak akan bisa sukses.

Senin, 07 Mei 2012

MANUSIA DAN KEADILAN


BAB 6 MANUSIA DAN KEADILAN

Ariestoteles menyatakan keadilan  adalah kelayakan dalam suatu tindakan manusia, kelayakan ini diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Sehingga stiap orang mendapatkan bagian yang sama.

Plato mengatakan keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.

Socrates berpendapat  keadilan akan tercipta bilamana warganegara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.

Kong Hu Cu juga berpendapat keadilan akan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, semua masing-masing melaksakan tugas dan kewajibannya.

Dari pernyataan para ahli dapat kita simpulkan bahwa keadilan itu adalah hal yang wajib terapkan di dalam bernegara, untuk menciptakan kesejahteraan bersama.

Keadilan juga terdapat pada dasar negara kita yaitu pancasila, ada apa pada sila kelima, yang berbunyi “Keadilan sosial yang adil dan Beradap”.  Keadilan ini bisa tercipta jika; semua perbuatan setiap individu manusia mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan. Lalu sikap adil terhadap sesama untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain. Dan yang terakhir adalah mampu menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Keadilan dibagi menurut jenis keadilan itu sendiri, yatu;
·       *Keadilan Legal atau Keadilan Moral
·       *Keadilan Distributif
·        *Keadilan Komutatif


Keadilan akan muncul dimulai dari sifat yang paling mendasar, yaitu Kejujuran. Kejujuran artinya berkata dan berbuat apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sesuai dengan fakta yang terjadi. Jujur itu dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya kesamaan kewajiban. Serta rasa takut akan dosa dari sang pencipta.

Kebalikan dari kejujuran adalah kecurangan. Ini adalah sikap yang mendasar untuk Ketidakadilan. Karena kecurangan artinya apa yang diingikan tidak sesuai dengan hati nuraninya,semata-mata ingin mendapatkan keuntungan yang amat besar tetapi tidak seimbang dengan usaha yang diperbuat. Kecurangan membuat manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan. Oleh karena itu kecurangan menjadi faktor utama timbulnya ketidakadilan.

Keadilan harus dirasakan oleh setiap manusia. Oleh karena itu semua lapisan manusia melaksakan kewajibannya sesuai dengan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Serta melaksanakan haknya dengan tidak berlebihan. Selain itu budaya jujur juga harus dilaksanakan dan diterapkan oleh semua manusia karena kejujuran adalah cikal bakal terjadinya keadilan.

MANUSIA DAN PENDERITAAN


BAB 5 MANUSIA DAN PENDERITAAN
A.      Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Derita artinya menagnggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Penderitaan akan dialami oleh stiap makhluk, hal tersebut adalah “resiko” dari kehidupan. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan yang kadang kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri dariNYA.
B.      SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat adanya siksaan timbullah penderitaan. Disalam kitab suci pun dijelaskan macam macam siksaan dan ancaman yang akan dialami manusia di akhir nanti.
C.      KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga bertingkah kurang wajar. Penderitaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban yang berat, sehingga dunia ini merupakan neraka dalam hidupnya. Bagi mereka yang tidak mampu menghadapi penderitaan didunia ini sering melontarkan kata kata “ lebih baik mati dari pad hidup”.
D.      PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti merasakan penderitaan, baik berat maupun ringan, penderitaan dapat kita lalui dengan segenap kemampuan kita yang mesti kita perjuangkan untuk lepas dari penderitaan itu.
E.       PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Dalam dunia maju sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan yang lebih besar. Hal tersebut telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya. Media masa merupakan alat paling tepat untuk memberikan informasi peristiwa peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada manusia yang lainnya. Seniman pun yang membuat sesuatu yang merugikan bagi manusia lainya akan membuat penderitaan pula, seperti contoh pembuat snjata dan pembuat bom.
F.       PENDERITAAN DAN SEBAB SEBABNYA
Ada pun penyebab penyebab yang dapat kita ketahui:
·      -  Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
·      -   pendritaan yang tibul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan.

G.     PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif, tergantung penyelesaian penderitaannya yang dialaminya

MANUSIA DAN KEINDAHAN


BAB. 4 MANUSIA DAN KEINDAHAN


Keindahan dapat diartikan dengan bagus, permai, cantik, elok , rupawan, dan sebagainya. Keindahan merupakan bagian hidup dari diri manusia. Karena siapapun dan kapanpun dapat menikmati keindahan.

  Keindahan mempunyai nilai yaitu keabadian, yakni memiliki daya tarik yang selalu bertambah. Kecuali ada tangan – tangan perusak dari keindahan itu sendiri. Keindahan juga bersifat universal, yang berarti tidak terikat oleh tempat, selera, atau kelokalan seseorang.

Sesungguhnya keindahan itu adalah konsep abstrak yang dapat dinikmati ketika berwujud suatu karya. Atau lebih tepatnya yaitu susunan dari garis, warna, bentuk, ada, kata-kata, atau apapun yang tersusun secara selaras dan dapat dimaknai oleh seseorang yang melihatnya.  Seperti halnya; lukisan,  tulisan, film, alam, pemandangan, dan lain sebagainya.

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Dan nilai yang mencakup segala sesuatu tentang keindahan disebut dengan nilai estetik, yaitu sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau membantu.

Keindahan dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa adnya peraturan mengenai hal tersebut. Karena setiap individu memiliki selera atau sense terhadap karya seni yang berbeda-beda. Selera ini didukung oleh faktor-faktor yaitu kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan , merasakan , mengakui, dan menikmati sesuatu yang indah. Dua faktor inilah yang membuat sesuatu menjadi terlihat indah.

Keindahan itu pada dasarnya alamiah, yakni sudah terlebih dahulu diciptakan oleh sang pencipta. Contohnya saja alam dan  manusia. Sesuatu yang sangat sempurna adanya.



Keindahan telah menjadi bagian dari hidup seorang manusia. Keindahan perlu dijaga dan dilestarikan agar selalu bertambah pesonanya di stiap bertambahnya waktu. Tetapi jika kita lihat pad akenyataan di dunia ini banyak sekali manusia yang hanya bisa menggunakan tangannya unuk merusak hasil karya orang lain tanpa pernah menyadari bahwa karya seni itu layak untuk dihargai dan diapresiasikan. Padahal belum tentu semua orang bisa membuat karya.

Sebagai manusia yang bernilai dan bermoral haruslah kita menghargai keindahan. Mencintai keindahan berarti mencintai diri sendiri dan berarti juga menghargai Sang Pencipta Yang Maha Indah dan mencintai keindahan, mencintai keindahan juga akan mendatangkan kesejahteraaan dan kedamaian . Karena itu marilah kita semua menjadi manusia yang mengerti akan apa itu keindahan dan melestarikan keindahan. Dengan begitu akan tercipta Kesejahteraan dengan sendirinya.

MANUSIA DAN CINTA KASIH


BAB. 3 MANUSIA DAN CINTA KASIH

Pengertian Cinta Kasih

Rasa suka atau sayang atau juga kasih maupun ketertarikan adalah pengertian tentang cinta menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerdarminta. Dari sumber yang sama pengertian kasih adalah  perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan pengertian yang memilki makna yang hampir sama maka kasih akan memperkuat adanya cinta itu sendiri.
Meski memiliki makna yang hamper sama tetapi mempunyai pula perbedaan. Cinta lebih kepada medalamnya perasaan seseorang. Sedangkan kasih itu wujud dari adanya cinta tersebut. Dengan kata lain kasih itu bersumber dari cinta.

Cinta Menurut Ajaran Agama

Agama merupakan ajaran yang mutlak kebenarannya tidak dapat di ganggu gugat oleh apapun dan siapapun. Agama mengajarkan banyak hal untuk kehidupan manusia. Termasuk juga tentang cinta.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain.
Cinta menurut ajaran agama ada beberapa macam,yaitu;
·         Cinta Diri yaitu Dimana seseorang menjaga dirinya sendiri dari hal-hal yang negative, mengembangkan potensinya, dan yang terpenting adalah mengaktualisasikan dirinya di dalam kehidupan ini yang bertujuan untuk kebaikan dirinya sendiri
·         Cinta Kepada Sesama Manusia yaitu dimana manusia hidup didalam  kehidupan yang serasi. Keserasian ini akan muncul dengan sendirinya karena merupakan anugrah dari Yang Maha Kuasa. Dengan rasa cinta ini pula akan menciptakan banyak kebaikan dan kedamaian.
·         Cinta Kepada Rasul yaitu dimana seseorang menjalankan apa yang telah dicontohkan oleh panutan manusia, yaitu rasul. Menjalankan kebiasaan rasul sangat dianjurkan oleh agama. Karena banyak hal kebaikan yang perlu kita teladani dari beliau.


Kasih Sayang

Dalam kehidupan manusia kasih sayang itu merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini tumbuh dari cinta. Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya kasih sayang.Kasih sayang itu bisa ke siapapun ke orangtua, pasangan, anak, tetangga, teman atau kerabat dekat lainnya.
Didalam kasih sayang akan ada tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka. Jadi kasih sayang akan menciptakan kesatuan. Dan yang paling penting dari kasih sayang itu sendiri adalah komunikasi yang berjalan dengan baik. 

  Hubungan Manusia dengan Cinta Kasih

Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebaba cinta merupakan landasan dalam kehidupan misalnya perkawinan dan keluarga. Cinta, kasih dan sayang selalu menyelimuti kehidupan manusia. Cinta kasih yang tlus akan membawa kebahagiaan yang begitu indah apabila selalu dialirkan kearah positif. Tanpa cinta hidup manusia akan hampa, karena pada dasarnya mencintai dan dicintai adalah kodrat dari Tuhan yang merupakan anugrah terindah. Dimana Tuhan memberi kita hati untuk merasakan cinta.
Oleh karena itu Cinta kasih ini perlu dijaga dengan baik untuk kebahagian kita semua. Demi Terciptanya kehidupan yang Sejahtera.

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN


BAB 2. KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

A.      PENDEKATAN KESUSTRAAN
Hampir disetiapa zaman , seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai nilai kemanusiaan, dan hukum formulasi nilai nilai kemanusiaan seperti didalam filsafat atau agama.
B.      ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Prosa dalam bahasa indonesia adalah cerita rekaan yang memiliki pemeran, lakuan peristiwa dan alur. Diindonesia prosa di bagi 2 yaitu :
a)      Prosa lama : dongeng, hikayat, sejarah, epos, cerita pelipur lara
b)      Prosa baru : cerpen, roman/novel, biografi, kisah, otobiografi

C.      NILAI NILAI DALAM PROSA FIKSI
Prosa fiksi cerita yang membawa moral, pesan atau cerita. Dan pembaca memperoleh  nilai nilai melalui sastra. Ada pun nilai nilai tersebut yaitu :
a)      Prosa fiksi memberikan kesenangan
b)      Prosa fiksi memberikan informasi
c)       Prosa fiksi memberikan warisan kultural
d)      Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan

D.      ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedngkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang atau unsur dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
a)      Figura bahasa
b)      Kata kata ambiquitas
c)       Kata kata berjiwa
d)      Kata kata konotatif
e)      Pengulangan
Puisi menyuguhkan kepada kita suasana suasana dan peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan yang diekspresikan melalui bahasa yang artistik.
          Adapun alasan alasan yang mendsari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
a)      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
b)      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
c)       Puisi dan keinsyafan sosial

Selasa, 13 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan




Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakaan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan mencoba membahas tentang pengertian-pengertian dasar manusiadan kebudayaan.
A.    Manusia
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoloeh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat, dan lain sebagainya.

B.     Hakekat Manusia
a)      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat di;ihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b)      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
c)      Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawati.
d)     Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh ia dilepaskan dari rasa kekhawatiran. Semakin mendalan penghayatan terhadap Tuhan semakin bermakna pula kehidupannya, dan terungkap pula kenyataan manusia individual atau kenyataan manusia subyektif yang memiliki harkat dan martabat tinggi.

C.     Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melang sungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.


D.    ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C. Klukhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok  kehidupan manusia, yaitu :
1.      Hakekat Hidup Manusia
2.      Hakekat Karya Manusia
3.      Hakekat Waktu Manusia
4.      Hakekat Alam Manusia
5.      Hakekat Hubungan Manusia


KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
            Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah: manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dihasilkan manusia.
            Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitubggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
            Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang ertat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidaak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberdaan kebudayaan harus menyertakan pembatasaan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukuan dengan lebih cermat.